Header Ads

Tahapan Pemindahan Ibu Kota : 2021 Ground Breaking Ibu Kota Baru


Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) / Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengatakan bahwa dimulainya pembangunan ibu kota baru akan dilakukan pada tahun 2021.

"Kami berencana memulai sesi pada 2021," kata Menteri PPN / Bappenas Bambang Brodjonegoro, setelah mengadakan Rapat Gabungan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan Menteri ATR / Kepala BPN Sofyan Djalil , di Gedung Bappenas, Negara Terkait (IKN), Rabu (15/5/2019), malam seperti ditulis Bisnis.com`

Dia menambahkan bahwa, sebelum persiapan dimulai, lapangan akan disiapkan untuk pertama kalinya dalam satu atau dua tahun ke depan. "Proses persiapan di lapangan bisa dimulai satu hingga tahun depan," katanya.

Dia menekankan bahwa tahun ini pemerintah akan mulai mengumumkan nama-nama ibukota baru yang mungkin akan digunakan sebagai lokasi pembangunan. "Kota dan lokasi akan diputuskan tahun ini," katanya.

Menurutnya, setelah pengumuman pemilihan lokasi tahun ini oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), ia diikuti oleh perencanaan, baik rencana induk kota dan perencanaan regional oleh Kementerian PUPR.

Selain itu, lanjut Bambang, Kementerian PUPR yang baru akan mulai menyiapkan infrastruktur dasar di tempat yang akan menjadi ibu kota baru. Sedangkan untuk 2024, itu dimaksudkan untuk digunakan secara fungsional.

"Setelah diumumkan tahun ini, masuk ke dalam perencanaannya, baik rencana induk kota dan perencanaan regional, rencana untuk pemerintah adalah sekitar 2.000 hektar, dan seluruh kota adalah 40.000 hektar," katanya.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, menambahkan bahwa rencana perintis pada tahun 2021 belum diusulkan dan mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi.

"Rencana inovatif akan diusulkan kepada presiden terlebih dahulu," katanya.



 

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.